Beberapa jam yang lalu, saya sedang mengetikkan keyword di google.com tentang bullying. Setelah beberapa saat membaca tentang permasalahan, dan kasus- kasus bullying lainnya yang membuat saya miris.
Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saya juga pernah mengalami yang namanya bulying. Ya, orang seperti saya menjadi korban bully.
Dulu, saya memang sulit bergaul dan kurang begitu suka menanggapi omongan orang. Mungkin hal seperti itu yang memudahkan orang lain untuk mencela saya. Oh ya, untuk teman- teman pembaca yang belum pernah bertemu dengan saya, saya ini gadis berkacamata, mines saya lumayan banyak 250 dan 275. Pertama kali saya memakai kacamata pada saat kelas 8 SMP, tapi sering lepas pakai karena malu diolok- olok oleh teman- teman, sehingga pada saat kelas 9 baru amanah memakai kacamata.
Seingat saya dulu, di SMP belum ada yang memakai kacamata, entahlah mungkin saya yang terlalu rajin main komputer dan nonton teve kali ya. Hahaha. Sampe temen- temen saya bilang kalau saya pakai kacamata cuma buat begaya aja. (-_-") - padahal kan ngga gitu.
Sampe saya capek di bully mulu, dan saya melakukan perlawanan. *tsah*
Saya masih inget banget gimana kejadiannya, karena dulu pernah saya tulis di Ms. Word di kompi jadul saya. hehehee..
Jadi, waktu saya dan beberapa teman mau ke mushola, waktu itu masih ada bimbel kelas 8 (bimbelnya sepulang sekolah), kami melewati kelas lain, nah, di depan kelas tersebut banyak anak perempuan dari kelas CDEFGH yang duduk- duduk di depan kelas, oh ya, saya berada di kelas B. Salah satu dari kelas yang saya sebutkan itu, mengeluarkan kata- kata yang membuat teman saya sampai geram, dan hampir adu mulut dengan mereka, saya sih lempeng aja waktu itu. hehe. Malas ngehadapi orang yang mulutnya sisa. Nah, akhirnya saya berdiri di depan anak yang ngolokin itu. Bukan, bukan saya mau nampar dia, saya bukan tipe orang yang suka adu mulut dan main kekerasan ke sesama makhluk ciptaan Tuhan kok O:) , saya lepas kacamata yang saya pakai, kemudian saya kasih ke anak itu, dan saya minta dia buat make kacamata saya selama 5 menit. Semua anak yang ada disitu diam, mungkin kalau sekarang saya bisa nyebutnya 'spechless' kali ya. Haha
Sama si X kacamata saya dipakai, dan belum ada 5 menit dia ngelepas dan bilang kalau mata dia burem dan pusing. Kemudian saya bilang sama dia lain kali jangan suka ngejudge orang seenaknya. Terus saya bilang juga kalau mata dia bakalan mines ketularan sama saya gara- gara dia make kacamata saya yang mines. Haha.. *PUASSSS*
Setelah itu, nggak ada sama sekali yang ngebully saya masalah kacamata lagi, malahan makin banyak yang make kacamata.
Ya, saya sih berusaha buat nggak terlalu vokal kalau di bully sama orang lain. Saya mulai belajar kalau lagi dibully mendingan diem aja dulu, nyari waktu yang pas buat ngebalas, tapi ngebalasnya yang elegan. Istilahnya SKAK MAT! Sekali bicara langsung jleb.
Rabu, 22 Mei 2013
Minggu, 19 Mei 2013
Hari 4 ABFI
Sebelum kamu baca post ini, lebih baik kamu baca yang ini dulu :
Hari 1 ABFI
Hari 2 ABFI
Hari 3 ABFI
---
Sunday PIC : Sahid and Hendri Seatiwanto
Hari 1 ABFI
Hari 2 ABFI
Hari 3 ABFI
---
Sunday PIC : Sahid and Hendri Seatiwanto
12 May 2013 08.00
– 10.00 City Tour :
1.
Museum Batik Danar Hadi
2.
Home Industry Batik Laweyan
10.00-12.00 Kata Sambutan Pihak Keraton, KGPH Dr. Edi Wirabhumi
Kata
Sambutan Kemenlu
Lunch
and Clossing Ceremony at the Solo Palace (Karaton Surakarta Hadiningrat)
Clossing
Remarks - Ministry of Tourism and Creative Economy of The Republic Indonesia
Goodbye
by Committee
12.00 – 13.00 Check out
Huah, sampai juga di hari ke 4. Ini artinya, hari terakhir
acara Asean Blogger Festival 2013. Berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini
kami harus bangun pagi buta untuk makan pagi dan mengikuti acara yang sudah
dijadwalkan. Jam 6 kami harus sudah bersiap di lobi untuk makan pagi, tapi saya
dan teman sekamar jam 5.45 baru bangun, padahal ketiga- tiganya sudah
menyiapkan alarm terbaiknya untuk bangun pagi.
Setelah saya, teh Nchie dan Kak Tery mandi kilat, dan
selesai 6.30, kami menuju madugondo resto yang berada di area hotel Kusuma Sahid.
Setelah sarapan dengan kilat, peserta dari Kusuma Sahid naik bus menuju
statsiun untuk menaiki kereta uap. Kenapa harus pagi- pagi ? yap, karena jika
terlalu siang, kami tidak dapat melewati akses jalan seperti sewajarnya, karena
adanya CFD di Slamet Riyadi, untuk menghindari kemacetan, maka kami berangkat
lebih awal.
Beruntung, kereta belum berangkat, saya, Pradina, dan Ria
berlarian menuju gerbong utama, kami memilih tempat yang dekat dengan jendela.
Selama perjalanan, kami tak berhenti memotret. naik kereta api uap sama halnya
dengan naik werkudara, semua mata tertuju pada kami. Tak lupa kami melambai-
lambaikan tangan pada masyarakat Solo yang sedang menikmati CFD. Hahha..
Setelah beberapa kali berhenti untuk foto- foto dengan
masyarakat dan komunitas yang berada di CFD, kami melanjutkan perjalanan hingga
sampai di statsiun Solokota. Saya dan mbak Niar blogger Suroboyo masih sempat-
sempatnya melakukan foto levitasi. Hahaha
Tak lupa juga berfoto bersama blogger yang lain, meskipun
saya juga membawa kamera, saya ikutan nimbrung di lensa teman- teman blogger
lainnya. Buat kenang- kenangan mereka. :D
Oh ya, kami berhenti di stasiun Solokota untuk menunggu
kereta uap menambah amunisi untuk berputar arah, hingga akhirnya kami berhenti
di suatu pertokoan yang saya lupa namanya, di sini teman- teman dari Sahid Jaya
sudah menunggu untuk bergantian menaiki kereta uap. Setelah berdiskusi dengan
panitia serta participan lainnya, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke pasar
Klewer dan diteruskan ke Keraton untuk penutupan ABFI. Pukul 9 kami sampai di
pasar klewer dan pukul 10 kami sudah harus menuju ke keraton supaya tidak
tertinggal acara.
Saya, Pradina, dan Ria memutuskan untuk masuk ke area pasar
terbesar se Asia ini. Saat itu, kondisi sangat gelap dikarenakan adanya
pemadaman. Ternyata, pukul 9, penjual di pasar ini baru bersiap untuk menggelar
dagangannya. Saya memutuskan untuk membeli 1 celana batik, dan 1 rok batik,
untuk ibu saya membelikan daster, dan untuk adik saya membeli 1 kaos berbordir
gatotkaca, saya tidak membeli oleh- oleh untuk ayah karena baju batik ayah
sudah sangat banyak. Hehe
Selama berbelanja, saya hanya diam dan mengikuti Pradina
serta Ria. Sungguh, mereka berdua pandai benar menawar. Dari hasil belanjaan
kami, untuk sandang, tidak ada harga diatas 25ribu. Padahal harga awal adalah
30-35 ribu rupiah. Mereka berdua benar- benar lihai menawar dan meyakinkan
penjual untuk memberikan harga miring pada kami. xD – oh ya, kata Pradina dan
Ria, saat berbelanja di pasar klewer sebaiknya kita menggunakan bahasa jawa
yang sopan, sehingga penjual akan mudah memberikan diskon.
Sejauh itu, saya hanya memperhatikan mereka berdua, dan
kemudian menerapkannya pada kaos yang saya beli untuk adik. Hehe
Tak mau kehilangan momment, kami tetap berfoto- foto. Setelah
sampai di area kasunan, saya melihat ada bapak penjual souvenir gantungan
kunci, celengan, serta hiasan dari akar wangi. Saya memutuskan untuk membeli
gantungan kunci berbentuk boneka, gajah, serta kura- kura. 10ribu dapat 3, jika
1 harganya 4ribu rupiah -_-. Akhirnya setelah memilih, saya memutuskan untuk
membeli 20ribu, dan menawar untuk mendapat bonus 1 gantungan kunci. Jadi dengan
20 ribu saya mendapat 7 gantungan kunci. Bapak penjual agaknya ragu memberikan
bonus pada saya, tapi dengan kemampuan retorika Pradina, yang mengatakan “nggeh
pun pak, wong nggeh tumbas katah” (iya lah pak, kan beli banyak.red) dan
diiyakan oleh Ria, akhirnya bapak penjual memberikan bonus pada saya. B|
*makasih Dina dan Ria :* :* haha
Sebelum kami masuk ke area utama kasunan, saya dan Pradina
menunggu Ria yang permisi ke kamar mandi. Disini kami juga bertemu dengan mbak
@riacitijanks yang bercerita kalau kemarin sore berjumpa dengan Pak Jokowi.
Selanjutnya kami masuk ke area kasunan, dan masih melewati satu gerbang besar.
Di kasunan ini, ada beberapa larangan yang harus kami
patuhi, yaitu kami ‘sebaik’nya menggunakan rok panjang supaya lebih sopan, dan
jangan memakai sandal. Namun, setelah pihak panitia bernegosiasi dengan pihak
kasunan, akhirnya kami yang menggunakan celana panjang boleh masuk, dan untuk
yang memakai sandal harus dilepas di depan pintu.
Sepanjang pengamatan saya, kasunan Surakarta ini lebih
tertutup dibanding dengan Keraton Jogja. Suasana di sini lebih sepi dan ayem,
sejuk karena banyak pohon yang tertata rapi.
Setelah acara foto- foto dengan beberapa teman, kami
diarahkan untuk masuk ke aula besar yang lagi- lagi saya lupa namanya karena
memang sangat kejawen. Susah dihapal. Saya juga lupa tidak mencatat karena
kondisi badan yang sudah sangat lelah. Lelah mengakibatkan bad mood, jadinya
saya lebih banyak diam untuk menyimpan energi.
Selama acara berlangsung, saya duduk di sebelah mas Dedex
blogger Bojonegoro. Setelah sambutan dari pihak keraton, mas Nopy sebagai ketua
acara. Setelah sambutan kami juga diberi suguhan dari pihak keraton berupa
tarian yang sangat cantik. Dua tarian seingat saya, yang pertama ada 4 wanita
sebagai penari, dan yang ke dua, 2 orang laki- laki.
Setelah acara selesai, pukul 12.30, kami makan siang di
keraton. Dua menu yang disuguhkan kepada kami, yang pertama makanan sejenis
gado- gado, dan yang kedua nasi dengan sayur pepaya, telur, dan ayam bumbu
kuning yang atasnya diberi toping seperti sambal berwarna putih dan tidak
pedas.
Bukan blogger namanya kalau tidak narsis, sebelum kami
pulang, participan dari Indonesia berfoto bersama sambil menenteng banner ABFI.
Kami pulang bersama naik bus yang sudah disediakan, dan bersiap untuk check out. Semalam sebelum tidur saya sudah packing, jadinya sekarang tinggal leha- leha saja. Maksud hati ingin mandi sebelum pulang, tapi tertunda dikarenakan bus rombongan jatim sudah siap membawa kami pulang. Hingga akhirnya, saya baru mandi di Senin pagi. :G
Kami pulang bersama naik bus yang sudah disediakan, dan bersiap untuk check out. Semalam sebelum tidur saya sudah packing, jadinya sekarang tinggal leha- leha saja. Maksud hati ingin mandi sebelum pulang, tapi tertunda dikarenakan bus rombongan jatim sudah siap membawa kami pulang. Hingga akhirnya, saya baru mandi di Senin pagi. :G
Sebelum pulang, saya diberi oleh- oleh dari teman sekamar
saya. Teh Nchie memberikan 3 coklat chocodot dan Kak Tery memberi album Membuat
Cinta karya Kak Tery dan pacarnya, kak Jay. Saya ? Ga ngasih apa- apa. Maap
teh, kak. Ntar lain waktu yak. Hehe
Setelah berpamitan dengan seluruh participan, kami rombongan
Jawa Timur diarahkan oleh Cak Wigi (co. bus Jatim) untuk masuk ke bus. Setelah
adanya pembagian bus yang turun di bungur dan tidak kami bersiap pulang.
Sebelumnya, ada perwakilan panitia ABFI yang meminta maaf jika ada kurangnya
acara.
Bus kami melaju pulang.
Pukul 18.00 kami sampai di Ngawi untuk ibadah sholat maghrib
dan mengisi perut. Saya dan teman yang lain, memutuskan untuk membeli pop mie
karena mepetnya waktu. Saya duduk bareng Pradina karena saya mau bubuk cantik.
Hehe
00:00 kami sampai di Bungur. Setelah berpamitan dengan teman
rombongan, yaitu plat m, dan delta blogger, saya bersama teman dari blogger
Ngalam bersiap untuk mencari bus patas menuju Malang. Oh ya, teman dari blogger
Ngalam ini adalah Mas Haqqi, Mba Nita, Dimas, Fuad, Alvian, serta Pradina.
Setelah berunding, akhirnya kami memutuskan untuk carter mobil supaya bisa
diantar sampai depan rumah/kost.
Perundingan yang alot antara kami dan bapak tukang carter,
hingga akhirnya kami memtuskan untuk naik bus biasa. Ini pertama kalinya saya
naik bus dari Surabaya ke Malang, dan saya juga pertama kalinya menginjakkan
kaki di terminal Arjosari.
Kebingungan ke dua dimulai. Saya bingung mau naik apa untuk
pulang ke kost di pagi buta, jam 2 pagi! Mba Nita sudah turun di Singosari, mas
Haqqi memutuskan untuk naik taksi karena memang tempatnya yang paling jauh,
Sengkaling. Pradina di jemput oleh ‘teman’ nya. Tinggal saya, Dimas, Fuad
(keduanya semster 2 di UB) dan Alvian (UIN, semster 4). Oke, calm down, saya
jam 2 pagi bersama 3 cowok yang baru saya lihat muka dan tahu namanya barusan
di terminal Bungur. Akhirnya, kami sepakat untuk naik taksi juga, namun sopir
taksi tidak mau menggunakan argo, dan mematok harga 75ribu.
Lagi- lagi saya hanya jadi follower karena memang tidak tahu
apa- apa. Akhirnya, kami mencarter mobil elf dengan tarif 60ribu rupiah untuk 4
orang. Penumpang pertama yang turun adalah Fuad, disekitar UB, dan
yang ke dua adalah saya dan Alvian, oh ya, saya diantar Alvian ke kost,
sebelumnya transit dulu di kontrakan Alvian di daerah Merjosari. Saya benar-
benar canggung, karena ini adalah pertama kalinya saya berada di luar rumah
sepagi itu. dan yang ketiga adalah Dimas, yang kontrakannya berada di daerah
Tidar.
Setelah berjalan sekitar 100 meter, kami sampai di tempat
kontrak Alvian. Saya beberapa kali mengucapkan maaf karena pasti akan
merepotkan dan juga bertanya, apakah ini tidak apa- apa. Hehe. Sumpah culun
saya!.
Setelah sampai, saya menunggu agak jauh, dan Alvian
mengambil motor untuk mengantar saya pulang. Terimakasih ya.
Saat di Bungur saya mengirim sms ke semua teman kost,
bertanya apakah masih ada yang bangun. Untungnya ada Ida, adik kost saya yang
masih terjaga, dan saya memintanya untuk membukakan gerbang nanti saat saya
pulang, namun karena Ida masuk pagi, saya memutuskan untuk meminta dia untuk tidak
mengunci gembok gerbang. Pukul 2.30 saya masuk kamar kost dengan selamat.
Alhamdulillah..
Pengalaman yang sangat jelas tak akan pernah terlupakan
selama 4 hari 3 malam bersama teman dari seluruh Indonesia dan juga dari ASEAN.
Solo memang nyaman, Solo memang berkesan. Semoga dilain
waktu saya dapat mengunjungi solo lebih lama lagi. :D
-
selesai
*untuk foto nanti saya tambahkan saat inet saya sudah normal yak. Oh ya, boleh ditengok di GPlus saya juga :)
Label:
ASEAN BLOGGER FESTIVAL,
Foto,
Teman,
Travelling
| Reaksi: |
Hari 3 ABFI
Jadwal Hari ke 3
Sabtu.
Sama seperti pagi sebelumnya, kami breakfast dan kemudian melanjutkan acara. Tapi bedanya hari ini kami sharing dan overview dari masing- masing negara di ASEAN. Tiap perwakilan mengenalkan negaranya masing- masing.
Ada banyak hal baru yang saya liat disini. Ternyata, ASEAN itu indah bnget !! :D
Selanjutnya, kami mengikuti kelas yang sudah dipilih pada hari sebelumnya. Kebetulan saya memilih Culinary ASEAN Blog bersama Arie Parikesit (Indonesia) dan kelas ke dua saya memilih Travel Blogger, tapi karena adanya miss kom, akhirnya saya memilih kelas Photoblogging. Kelas inipun sangat penuh hingga saya harus berdiri T.T.
Setelah makan siang, kami bersiap menuju Sangiran dan Candi Sukuh. Oh ya, tidak semua tempat kami datangi. Jadi, kami hanya boleh memilih satu dari keduanya. Satu hari sebelumnya, saya bersama Pradina dan Ria memilih Sangiran sebagai tempat rekreasi, ya menurut saya akan lebih nyaman kalau ke Sangiran, karena tidak akan panas karena berada di indoor. Hehe
Perjalanan ke Sangiran lumayan lama, sekitar 1 jam lebih. Kali ini saya duduk bareng mas @loewyi. Sesampainya di Sangiran, saya, Ria, dan Pradina ijin ke kamar mandi terlebih dahulu karena kebelet pipis. Setelah semua peserta siap, kami mulai memasuki ruangan museum bersama seorang tour guide yang kocak, namanya (errr, saya belum sempat nanya).
Sangiran merupakan museum purbakala, jadi disini bisa kita temukan bentuk jenis apa ajalah pokoknya tentang purba- purba gitu. Mulai dari manusia sampai hewan. Keren banget. Baru kali ini saya mendatangi museum dan tempatnya keren.
Sorenya, setelah kunjungan ke Sangiran selesai. Kami bertolak menuju urban forest. Dibenak saya urban forest adalah tempat yang ditumbuhi banyak pohon, sejuk, rindang, adem ayem dan tentrem. Ternyata masih gundul. Setelah lama bengong akhirnya saya paham, urban forest ini nantinya akan disebut demikian. Jadi, di tempat ini dulunya adalah pemukiman penduduk yang berada di bantaran sungai bengawan solo, karena sering banjir maka dari itu masyarakatnya dipindahkan ke tempat yang lebih layak. Setelah direlokasi, tempat ini akan ditanami pohon- pohon yang paling tidak dapat menghambat laju air. Sehingga nantinya Solo akan menjadi kota di dalam hutan. Wow, pastinya akan sejuk sekali :D
Acara di urban forest selesai, semoga tahun tahun depan kalau saya kesana bisa liat pohon- pohon yang kami tanam tumbuh dengan baik, Hoho. Kami melanjutkan perjalanan pulang ke hotel. Badan saya sungguh lelah dan capek, jadi selama perjalanan pulang saya gunakan untuk tidur.
Sampai di hotel sekitar pukul 17.40an, saya segera mandi dan beristirahat sejenak, tidak lupa mengisi amunisi hp serta batre kamera untuk dipakai saat malam tiba.
Pukul 19.00 kami rombongan participant dari Kusuma Sahid, bertolak menuju Sahid Jaya untuk naik bus tingkat Werkudara (seingat saya itu namanya) untuk berputar kota Solo. Tiket bus ini tidak terlalu mahal jika dilihat dari pelayanan yang memuaskan, berputar kota Solo. Sejauh itu. Saya pikir kemarin hampir 2 jam lebih kami berputar. Untuk menikmati bus ini, kita dikenakan tiket sebesar Rp 20.000,- namun karena kami Asean Blogger, maka G E R A T E E E E E S S S S H H H.
Selesai berputar Solo dengan segala kekocakan participannya, saya dan beberapa teman (saya, Ria, Pradina, Agung, mas Slametux, Cak Wigi, Babeh Helmi, mas Lukman, Masinis, dan cewek- cewek lainnya bergerilya mencari makan di night market Solo. Kami mencoba Soto Gobyos, sumpah harganya cuma 2000.
Lain kali, jangan tertarik dengan harga murah, kalau kata orang Jawa "enek rego, oleh rupo" (ada harga, ada barang.red). Soto Gobyos ini memang murah, 2000 saja, tapiii porsinya pun juga kecil banget. Saya sampe nambah lauk telur bakar 2 biji loh. Hahaha
Pukul 23.30 saya dan kawan- kawan kembali ke hotel masing- masing..
Continue..
Venue : Kusuma Sahid Prince Hotel
Saturday Country
Report PIC : Chichi Utami
and Wisnu Sakti Dewobroto
11 May 2013
08.00
– 08.25 Exchange of Views and Sharing
of Experince Moderator: Pretaam Rai
(Singapore)
Malaysia,
Myamar, Cambodia, Vietnam and Phillipines
08.30
-09.00 Exchange of Views and
Sharing of Experince Moderator :
Pretaam Rai (Singapore)
Indonesia,
Thailand, Phillipines, Singapore and Lao
09.00
-09.30 Discussion
09.30
-09.40 Coffee Break
09.40
-10.20 Break Out Session 1
(registered participants)
Paralel
One : ASEAN’s Plans against Cybercrime Sam
Ardi (Indonesia)
Paralel
Two : Freedom Of Expression Indah
Nuria Savitri (Indonesia)
Paralel
Three : Internet Governance Forum Sammy
Pangerapan (Indonesia)
Paralel
Four : Culinary ASEAN Blog Arie
Parikesit (Indonesia)
Paralel
Five : Building bloggers’ communities in ASEAN Member States Kounila Kou Cambodia (Tentative)
10.20 –
11.00 Break Out Session 2 (registered
participants)
Paralel
One : Inspiring Blogger Preetam Rai
(Singapore)
Paralel
Two : Travel Blogger Gael
(Philippines)
Paralel
Three : Photoblogging Jessica
(Malaysia)
Paralel
Four : Advocacy Online Daniel
Simanjuntak(Indonesia)
Paralel
Five : ASEAN Blogger Action Plan for
ASEAN Community Building Baskoro
Nugroho Aji (Indonesia)
11.00 –
12.00 Lunch
13.00 –
14.00 Visit to Sangiran and Sukuh
Temple (Agustinus Wibowo) PIC
: Hendri Destiwanto
16.00 –
18.00 Evening at Urban Forest
(blogger gathering) CIMB
18.00 –
… Free Program
Sabtu.
Sama seperti pagi sebelumnya, kami breakfast dan kemudian melanjutkan acara. Tapi bedanya hari ini kami sharing dan overview dari masing- masing negara di ASEAN. Tiap perwakilan mengenalkan negaranya masing- masing.
Ada banyak hal baru yang saya liat disini. Ternyata, ASEAN itu indah bnget !! :D
menu breakfast saya
ini participan dari Singapura Luke - @dori_lukey dan Chan - @mydaydream
Kalau ini namanya Ngoeum Phally participan dari Cambodia
ini dari Philipines, Tonyo.
Selanjutnya, kami mengikuti kelas yang sudah dipilih pada hari sebelumnya. Kebetulan saya memilih Culinary ASEAN Blog bersama Arie Parikesit (Indonesia) dan kelas ke dua saya memilih Travel Blogger, tapi karena adanya miss kom, akhirnya saya memilih kelas Photoblogging. Kelas inipun sangat penuh hingga saya harus berdiri T.T.
Arie Parikesti di kelas Kuliner
Jessica di kelas Photoblog, dari Malaysia
Setelah makan siang, kami bersiap menuju Sangiran dan Candi Sukuh. Oh ya, tidak semua tempat kami datangi. Jadi, kami hanya boleh memilih satu dari keduanya. Satu hari sebelumnya, saya bersama Pradina dan Ria memilih Sangiran sebagai tempat rekreasi, ya menurut saya akan lebih nyaman kalau ke Sangiran, karena tidak akan panas karena berada di indoor. Hehe
Perjalanan ke Sangiran lumayan lama, sekitar 1 jam lebih. Kali ini saya duduk bareng mas @loewyi. Sesampainya di Sangiran, saya, Ria, dan Pradina ijin ke kamar mandi terlebih dahulu karena kebelet pipis. Setelah semua peserta siap, kami mulai memasuki ruangan museum bersama seorang tour guide yang kocak, namanya (errr, saya belum sempat nanya).
Sangiran merupakan museum purbakala, jadi disini bisa kita temukan bentuk jenis apa ajalah pokoknya tentang purba- purba gitu. Mulai dari manusia sampai hewan. Keren banget. Baru kali ini saya mendatangi museum dan tempatnya keren.
sekali lagi, bukan blogger kalau gk narsis..
Sorenya, setelah kunjungan ke Sangiran selesai. Kami bertolak menuju urban forest. Dibenak saya urban forest adalah tempat yang ditumbuhi banyak pohon, sejuk, rindang, adem ayem dan tentrem. Ternyata masih gundul. Setelah lama bengong akhirnya saya paham, urban forest ini nantinya akan disebut demikian. Jadi, di tempat ini dulunya adalah pemukiman penduduk yang berada di bantaran sungai bengawan solo, karena sering banjir maka dari itu masyarakatnya dipindahkan ke tempat yang lebih layak. Setelah direlokasi, tempat ini akan ditanami pohon- pohon yang paling tidak dapat menghambat laju air. Sehingga nantinya Solo akan menjadi kota di dalam hutan. Wow, pastinya akan sejuk sekali :D
Acara di urban forest selesai, semoga tahun tahun depan kalau saya kesana bisa liat pohon- pohon yang kami tanam tumbuh dengan baik, Hoho. Kami melanjutkan perjalanan pulang ke hotel. Badan saya sungguh lelah dan capek, jadi selama perjalanan pulang saya gunakan untuk tidur.
Sampai di hotel sekitar pukul 17.40an, saya segera mandi dan beristirahat sejenak, tidak lupa mengisi amunisi hp serta batre kamera untuk dipakai saat malam tiba.
Pukul 19.00 kami rombongan participant dari Kusuma Sahid, bertolak menuju Sahid Jaya untuk naik bus tingkat Werkudara (seingat saya itu namanya) untuk berputar kota Solo. Tiket bus ini tidak terlalu mahal jika dilihat dari pelayanan yang memuaskan, berputar kota Solo. Sejauh itu. Saya pikir kemarin hampir 2 jam lebih kami berputar. Untuk menikmati bus ini, kita dikenakan tiket sebesar Rp 20.000,- namun karena kami Asean Blogger, maka G E R A T E E E E E S S S S H H H.
Selesai berputar Solo dengan segala kekocakan participannya, saya dan beberapa teman (saya, Ria, Pradina, Agung, mas Slametux, Cak Wigi, Babeh Helmi, mas Lukman, Masinis, dan cewek- cewek lainnya bergerilya mencari makan di night market Solo. Kami mencoba Soto Gobyos, sumpah harganya cuma 2000.
Lain kali, jangan tertarik dengan harga murah, kalau kata orang Jawa "enek rego, oleh rupo" (ada harga, ada barang.red). Soto Gobyos ini memang murah, 2000 saja, tapiii porsinya pun juga kecil banget. Saya sampe nambah lauk telur bakar 2 biji loh. Hahaha
Pukul 23.30 saya dan kawan- kawan kembali ke hotel masing- masing..
Continue..
Label:
#JalanJalanSilvi,
ASEAN BLOGGER FESTIVAL,
Foto,
Teman,
Travelling
| Reaksi: |
Sabtu, 18 Mei 2013
Hari 2 ABFI
Jadwal Hari ke- 2
Hari ke dua, Jumat
Sesuai dengan jadwal, hari ini kami mengikuti seminar. Sebelumnya, acara dibuka oleh I Gusti Agung Wesaka Puja sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, dan dilanjutkan oleh bapak Suparwoto sebagai penasehat Menkominfo.
Oh ya, tanggal 10 Mei adalah hari yang membahagiakan bagi ABFI, kenapa ? yap ditanggal ini ABF ulath yang ke 3 lho. Yay! HBD! Longlast :*
Ada beberapa diskusi yang berkaitan dengan ekonomi, yaitu diskusi tentang siap atau tidaknya kita nanti di ACFTA 2015. Oh ya, sayang sekali Mr. Marty Natalegawa tidak dapat hadirdi acara ini, Mr. Tifatul Sembiring ternyata juga absen.
Dari pagi hingga siang, kami mengikuti acara seminar inspiratif ini. Ada cerita lucu yang bikin saya geli nih. Salah satu pembiacara dalam seminar ini adalah mr. Hermawan Kertajaya. beliau adalah Presiden Asosiasi Dunia Marketing. Nah, temen- temen (Ria sama Pradina) ngajakin saya buat foto- foto sama orang itu. Jujur banget saya males kalau disuruh ngajak foto. Hehe. Gak tau kenapa. Haha, dengan ogah- ogahan saya akhirnya foto sama beliau. Eh ternyata beliau itu orang hebat loh. *sungkem*
Sebelum seminar ditutup, sorenya kami diberi suguhan yang sangat menghibur. Para wakil ASEAN fashion show menggunakan batik dari sponsor (maap saya lupa namanya).
Malamnya, kami persiapan untuk pergi ke Mangkunegaran untuk nonton Performing Arts. Oh ya, Mangkunegaran terletak tidak jauh dari tempat kami menginap, jadi kami hanya perlu berjalan sekitar 10 menit saja. Saya berangkat bareng Pradina, Ria, dan mas Slametux karena memang kami berada di hotel Kusuma Sahid. Begitu memasuki gerbang Mangkunegaran suasana canggung menyelimuti kami. Rasanya kami seperti diingatkan untuk menjaga sikap di tempat ini. Benar saja, saat saya duduk bersila bersama teman lainnya, ada ibu2 yang memberi tahu kami kalau disini jangan macam- macam, (pencilakan) karena bisa saja tidak dapat berjalan karena perbuatan kami tersebut. Saya yang awalnya duduk bersila, segera mengubah posisi duduk. Dalam performing art ini, kami disuguhkan berbagai macam kesenian yang membuat saya berdecak kagum. Secara, anak masih kecil- kecil lho ya. Pokoknya mereka multitalent sekali. Oh ya, tepat sekali ya kami kesini, performing arts di Mangkunegaran ini hanya digelar 1 tahun sekali, dan dilaksanakan selama dua hari. Aaaa.. Beruntungnya..
Ditengah acara, saya pindah posisi ke tempat lain untuk hunting foto, karena di tempat sebelumnya sangat jauh dari on the spot. Akhirnya saya berjumpa dengan teman- teman dari plat_m. Ada Ria, mas Lukman, mas Raden, Agung, Bisma, Agung, mas Stevian dan ada satu lagi saya ga tau namanya. Hehe
Setelah acara selesai, kami berhamburan untuk membeli makan malam, oh ya di depan Mangkunegaran ini, setiap malam ada yang namanya Night Market lhoh. Ihiy jadi rame benar. Sebelumnya, poto- poto dulu sama temen- temen.
Setelah berjalan lumayan jauh, akhirnya saya dan Pradina bertemu dengan Ria dan teman plat_m yang lain untuk menikmati nasi timlo dan soto ayam. Harga lumayan terjangkau yaitu sekitar 10.000 lengkap dengan teh hangat.
Setelah dirasa cukup (ya, karena tokonya mau tutup), kami melanjutkan perjalanan untuk kembali ke hotel. Tapii, perjalanan terhenti karena teman- teman ingin mencicipi wedang ronde. Oh ya, kali ini saya barengan sama Klebun Plat M @wahyualam @rialyzara @pradinasweet @loewyi Agung dan @steviansh. Sembari menunggu wedang ronde, kami duduk- duduk di tikar yang tersedia dan menikmati pemainan biola seniman jalanan di Solo.
Setelah dirasa cukup, kami bubar untuk kembali ke hotel karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam..
Continue..
08.10 – 08.15 Video:
ASEAN Socio Culture, dan Kata Sambutan ASEAN Blogger - Amril (AB)
08.15 – 08.25 Opening
Remark Ambassador I Gusti
Agung Wesaka Puja (Director General for Asean Cooperation, Ministry of Foreign
Affairs)
08.25 – 08.35 Keynote
Speech Suprawoto Advisor to
Ministry of Information Communication and Technology of the Republic of
Indonesia
08.25 – 08.30 Seminar
Official Opening
08.35 -09.00 Digital
Profile of ASEAN Blogger Community Indah
Nuria Safitri (Master of Ceremony)
ASEAN Blogger
Community Birthday
09.00- 09.10 Exhibition
Official Opening Ambassador I
Gusti Agung Wesaka Puja
09.10 – 09.20 Coffee
Break
Seminar on Re-inventing the Spirit of Cultural Heritage
in Southeast Asia Indah Nuria Safitri (Master of
Ceremony)
09.29 – 09.30 1.
Ambassador Hazairin Pohan (Ministry of Foreign Affairs, Republic of Indonesia)
09.30 – 09.40 2.
Thomas Bills (U.S. Mission to ASEAN)
09.40 – 09.50 3.
Muhammad Dian Nafi (History and Culture Expert)
09.50 – 10.20 Discussion Moderator Rizaldi Siagian
10.10 – 10.40 Discussion Moderator Rizaldi Siagian
Seminar on AEC : Are we ready for 2015 ?
10.20 – 10.50 1.
Prof. Hermawan Kertajaya (The President of World Marketing Association)
10.50 – 11.30 Discussion Moderator : RA Nunuk Purwaningsih
11.30 – 13.30 Friday
Pray and Lunch Time
Seminar on The Role of Social Media in the ASEAN
Socio-Culture Community Building Agus
Lahinta (Master of Ceremony)
13.30 – 13.40 1.
Budi Putra (CEO, The Jakarta Post Digital; Director, Viki Inc)
13.40 – 13.50 2. Driana Handayani (Blogger)
13.50 – 14.10 Discussion Moderator Indah Nuria Safitri
Discussion on ASEAN Tourism Potentials
14.10 – 14.20 1.
Fransesca Nina Soemitro (Director of
Market Development Information the Ministry of Tourism and Creative Economy
Indonesia)
14.20 – 14.30 Discussion 2.Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo
14.30 – 15.00 Discussion Moderator Aulia Halimatussadiah
15.00 – 17.00 Fun
Gathering
ASEAN Blogger Performance
19.00 – 22.00 Visit
to Mangkunegaran Art Festival PIC :
Hendri Destiwanto
Hari ke dua, Jumat
Sesuai dengan jadwal, hari ini kami mengikuti seminar. Sebelumnya, acara dibuka oleh I Gusti Agung Wesaka Puja sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, dan dilanjutkan oleh bapak Suparwoto sebagai penasehat Menkominfo.
Oh ya, tanggal 10 Mei adalah hari yang membahagiakan bagi ABFI, kenapa ? yap ditanggal ini ABF ulath yang ke 3 lho. Yay! HBD! Longlast :*
Ada beberapa diskusi yang berkaitan dengan ekonomi, yaitu diskusi tentang siap atau tidaknya kita nanti di ACFTA 2015. Oh ya, sayang sekali Mr. Marty Natalegawa tidak dapat hadirdi acara ini, Mr. Tifatul Sembiring ternyata juga absen.
Dari pagi hingga siang, kami mengikuti acara seminar inspiratif ini. Ada cerita lucu yang bikin saya geli nih. Salah satu pembiacara dalam seminar ini adalah mr. Hermawan Kertajaya. beliau adalah Presiden Asosiasi Dunia Marketing. Nah, temen- temen (Ria sama Pradina) ngajakin saya buat foto- foto sama orang itu. Jujur banget saya males kalau disuruh ngajak foto. Hehe. Gak tau kenapa. Haha, dengan ogah- ogahan saya akhirnya foto sama beliau. Eh ternyata beliau itu orang hebat loh. *sungkem*
Sebelum seminar ditutup, sorenya kami diberi suguhan yang sangat menghibur. Para wakil ASEAN fashion show menggunakan batik dari sponsor (maap saya lupa namanya).
Malamnya, kami persiapan untuk pergi ke Mangkunegaran untuk nonton Performing Arts. Oh ya, Mangkunegaran terletak tidak jauh dari tempat kami menginap, jadi kami hanya perlu berjalan sekitar 10 menit saja. Saya berangkat bareng Pradina, Ria, dan mas Slametux karena memang kami berada di hotel Kusuma Sahid. Begitu memasuki gerbang Mangkunegaran suasana canggung menyelimuti kami. Rasanya kami seperti diingatkan untuk menjaga sikap di tempat ini. Benar saja, saat saya duduk bersila bersama teman lainnya, ada ibu2 yang memberi tahu kami kalau disini jangan macam- macam, (pencilakan) karena bisa saja tidak dapat berjalan karena perbuatan kami tersebut. Saya yang awalnya duduk bersila, segera mengubah posisi duduk. Dalam performing art ini, kami disuguhkan berbagai macam kesenian yang membuat saya berdecak kagum. Secara, anak masih kecil- kecil lho ya. Pokoknya mereka multitalent sekali. Oh ya, tepat sekali ya kami kesini, performing arts di Mangkunegaran ini hanya digelar 1 tahun sekali, dan dilaksanakan selama dua hari. Aaaa.. Beruntungnya..
Ditengah acara, saya pindah posisi ke tempat lain untuk hunting foto, karena di tempat sebelumnya sangat jauh dari on the spot. Akhirnya saya berjumpa dengan teman- teman dari plat_m. Ada Ria, mas Lukman, mas Raden, Agung, Bisma, Agung, mas Stevian dan ada satu lagi saya ga tau namanya. Hehe
saya di Mangkunegaran
wif mas Raden
wif mas Itsnain
Setelah berjalan lumayan jauh, akhirnya saya dan Pradina bertemu dengan Ria dan teman plat_m yang lain untuk menikmati nasi timlo dan soto ayam. Harga lumayan terjangkau yaitu sekitar 10.000 lengkap dengan teh hangat.
Setelah dirasa cukup (ya, karena tokonya mau tutup), kami melanjutkan perjalanan untuk kembali ke hotel. Tapii, perjalanan terhenti karena teman- teman ingin mencicipi wedang ronde. Oh ya, kali ini saya barengan sama Klebun Plat M @wahyualam @rialyzara @pradinasweet @loewyi Agung dan @steviansh. Sembari menunggu wedang ronde, kami duduk- duduk di tikar yang tersedia dan menikmati pemainan biola seniman jalanan di Solo.
Setelah dirasa cukup, kami bubar untuk kembali ke hotel karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam..
Continue..
Label:
ASEAN BLOGGER FESTIVAL,
Foto,
Teman,
Travelling
| Reaksi: |
Langganan:
Entri (Atom)